Diskon besar di banyak kategori produk.
0 items in your shopping cart

No products in the cart.

Struggle Moms : Cara Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus

Dearmom Situasi spesial, membutuhkan juga orang yang spesial untuk melakukannya. Hal ini dikarenakan tidak semua orang mampu menangani beberapa situasi-situasi rumit sehingga akhirnya melakukan sesuatu yang berbahaya dan tidak menyenangkan.

Jika moms berada pada salah satu situasi spesial, seperti memiliki anak berkebutuhan khusus, berarti moms merupakan salah satu orang spesial yang dipercayakan untuk merawat, memberikan kasih sayang, menjaga dan mendidik mereka.

Cara mendidik anak berkebutuhan khusus haruslah berbeda-beda. Menurut dr. Dina Purnamasari, banyak hal yang harus diperhatikan dalam mendidik anak berkebutuhan khusus, seperti emosi dan bahasa tubuh. “Beberapa anak butuh orang tua untuk menyalurkan emosi, tapi jangan memberikan perasaan simpati. Mereka butuh kasih sayang bukan perasaan kasihan. Di sisi yang lain, ada anak-anak berkebutuhan khusus yang mengerti itu jika orang tuanya memberikan sentuhan-sentuhan fisik dan menunjukkan beberapa bahasa tubuh yang bisa mengekspresikan itu”.

Cara Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus : Kenal

Cara Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus
Cara Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus

Mengenali anak moms lebih dalam, merupakan tanggung jawab yang harus moms dan dads lakukan. Jika moms tidak mengenali apa saja yang termasuk sehingga anak-anak dicap memiliki kebutuhan khusus, moms akan melakukan banyak kesalahan yang tidak perlu. Tentu saja moms tidak mau kan?

Anak berkebutuhan khusus terbagi menjadi beberapa kategori. Menurut dr. Dina, semua yang disebut kebutuhan khusus ada dalam 3 kategori. “Yang termasuk anak berkebutuhan khusus adalah mereka yang memiliki segala kekurangan dalam 5 panca indera dasar, gagal dan tidak berkembangnya emosi juga mental dan yang terakhir adalah anak-anak yang autis”.

Berikut adalah listnya

  • Tunalaras (Tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar berdasarkan norma dan nilai yang berlaku di masyarakat)
  • Tunagrahita (Mengalami keterbelakangan mental dan hambatan pada sistem edukasi yang jauh di bawah rata-rata : IQ 70 ke bawah)
  • Tunarungu (Tidak dapat mendengar sama sekali atau hanya sebagian)
  • Tunawicara (Tidak dapat berbicara sama sekali)
  • Tunadaksa (Tidak dapat menggerakan tubuh secara baik)
  • Tunanetra (Tidak dapat melihat sama sekali atau hanya sebagian)
  • Autisme

Lebih lanjut, dr. Dina mengatakan bahwa kalau ada yang menemukan kondisi-kondisi yang janggal pada anak, lebih baik diperiksakan ke dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan cara mendidik anak berkebutuhan khusus. “Menurutku sih, mendingan ke dokter dulu sebelum tiba pada kesimpulan lalu memutuskan cara mendidiknya gimana. Biar ga salah gitu loh”.

Lebih Cepat Lebih Baik

Cara Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus
Cara Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus

Lebih jauh lagi, dr. Dina menjelaskan bahwa pemeriksaan ke dokter lebih baik dilakukan secepat mungkin, agar anak terhindar dari kegagalan. “Kapan harus diperiksakan? Lebih cepat lebih baik ya, ibu-ibu. Supaya bisa dilakukan treatment dari awal. Kalo udah mendapatkan treatment dari awal, anak anda kemungkinan besar dapat bergabung dengan komunitas yang masih di anggap “normal” dibanding mereka yang tidak mendapatkan treatment”.

Treatment kepada anak dari awal diharpkan mampu menambal sedikit kekurangan yang anak moms alami. Sebagai contoh, dr. Dina mengatakan, “Contoh nih ya, ketika seorang anak mengalami tuna wicara, kita bisa melakukan penelitian. Fungsi apa yang rusak. Tenggorokan? Pita Suara? Atau otak tidak mampu mengirim sinyal ke mulut? Kalau sudah diketahui, ada beberapa pilihan terapi atau operasi untuk itu kan”. “Memang tidak bisa jadi 100% normal. Tapi dikit-dikit bisalah”

Cara Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus : Terapi

Cara Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus

Melanjutkan percakapan sembari menyeruput secangkir kopi, dr. Dina juga mengatakan bahwa terapi adalah salah satu jalan yang harus ditempuh agar anak moms dapat kembali mengenyam pendidikan di manapun mereka berada. “Terus, anak-anak berkebutuhan khusus itu gak harus minum obat yang banyak. Karena, setau aku dalam 5 tahun menjadi dokter, obat untuk mereka belum ditemukan. Salah satu jalan supaya anak ibu bisa berkegiatan selayaknya orang normal, ya terapi”.

Terapi yang dilakukan haruslah sesuai dengan jenis kebutuhan khusus yang diperlukan oleh sang anak dan seharusnya dilakukan berulang kali. Karena menurut dr. Dina, terapi 1 kali tidak akan membawa dampak yang signifikan. “Pada dasarnya semua hal harus dilatih. Sama seperti kalo kamu lagi nge-gym. Butuh 90 hari agar menjadi terbiasa melakukannya. Ga ada ceritanya seseorang akan terbiasa melakukan sesuatu hanya dengan sekali praktek”.

Kesimpulan

Cara Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus
Cara Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus

Cara mendidik anak berkebutuhan khusus yang paling benar adalah mengerti apa yang harus dilakukan. Menurut dr. Dina, sebagai orang tua ini merupakan tanggung jawab dan perjuangan seorang ibu yang memiliki anak yang berkebutuhan khusus. “Ini merupakan hal yang spesial bagi orang tua yang spesial. Orang tua yang biasa-biasa saja ga mungkin kuat. Tanggung jawabnya jadi double mendidik dan memperjuangkan anak sehingga bisa mendapatkan pendidikan dan kehidupan yang layak. Kita kan ga bakal tau kapan kita meninggal.” So, buat moms and dads yang punya anak berkebutuhan khusus, jangan kecil hati. Tetaplah semangat dan menyayangi anak sendiri secara maksimal ya.

Leave a response

telah membeli
45 menit lalu