Diskon besar di banyak kategori produk.
0 items in your shopping cart

No products in the cart.

Feminisme

Kesalahpahaman Ini Sering Orang Lakukan Ketika Membahas Feminisme

Gerakan dan ideologi feminisme adalah gerakan memperjuangkan kesetaraan bagi perempuan dalam hal ekonomi, politik, budaya, ruang pribadi dan juga ruang publik. Secara umum, ideologi ini bukan menebarkan kebencian pada pria seperti yang diangkat atau dilakukan oleh beberapa orang wanita secara personal di masyarakat.

Di Indonesia, paham seperti ini sudah berkembang dengan pesat. Sayangnya, hanya sedikit saja yang mau melibatkan diri untuk bergerak dengan menggunakan dasar dari paham ini. Tidak heran karena paham yang berasal dari Barat ini dianggap agak tabu di Indonesia. Karena itulah, paham ini sering kali salah diterjemahkan dan malah cenderung terkesan mengangkat hak dan posisi perempuan secara berlebihan.

Feminisme - Dearmom Blog 1
Feminisme – Dearmom Blog 1

Pasalnya orang awam selalu menganggap perempuan dengan paham feminisme sering menuntut hal yang lebih dan spesial dari pria. Padahal kenyataannya, gerakan ini hanya menuntut soal equal right bukannya special right. Buruknya lagi, kesalahpahaman ini terus mengalir di masyarakat yang akhirnya membuat paham dicap sebagai pemberontakan.

Ini Kesalahpahaman Soal Feminisme Yang Masih Tersebar Di Masyarakat

Supaya Anda tidak menjadi korban kesalahpahaman ini, tentu kenali beberapa hal yang membuat paham ini sering disudutkan di masyarakat. Adapun kesalahpahaman yang sering terjadi sebagai berikut:

Mitos : Feminis itu membenci kaum pria, kenyataannya feminis membenci laki-laki yang brengsek

Ini menjadi kesalahpahaman yang paling umum di masyarakat jika membahas seputar paham feminisme. Kesalahpahaman ini cukup mendarah daging di kalangan masyarakat karena terus disebarkan dengan penjelasan yang tidak semestinya. Buruknya lagi, masyarakat tidak mau mendengar kebenarannya.

Jadi, feminis (pelaku paham) dianggap membenci semua laki-laki di masyarakat./ Padahal kenyataannya, mereka hanya membenci laki-laki yang dianggap brengsek alias tidak bertanggung jawab saja.

Mitos : Feminis derajatnya harus lebih tinggi dari pria dihadapan masyarakat. Kenyataannya feminis hanya mau kesetaraan gender saja

Paham feminisme dijadikan tangga yang menghubungkan untuk memperbaiki ketidakseimbangan gender yang sudah terjadi sejak jaman dahulu. Dimana pada saat itu, wanita dianggap sebagai manusia setengahnya dan tidak perlu mendapat hak yang sama dengan pria.

Paham ini diciptakan agar perempuan yang berkeinginan menjadi lebih baik dari semua ketidakadilan yang sudah ada tadi. Feminis tidak sejahat yang dibayangkan di masyarakat.\Feminis tidak akan mengambil kendali dunia dengan merendahkan derajat pria.

Mitos : Paham ini sudah melanggar kodrat alami manusia, Kenyataanya paham ini justru diciptakan agar melawan kebodohan dari anggapan tersebut

Bukan hanya untuk membebaskan hak dari perempuan yang tergadaikan saja, tapi paham ini juga mampu membebaskan pria untuk mendobrak paradigma dalam masyarakat yang mengikat mereka. Feminisme bakal mengubah peran setiap gender, praktis seksis dan juga normal seksual yang sering dibatasi.

Pria dibebaskan untuk hidup di lingkungan luar maskulinitas tradisional yang tercipta. Pria juga berhak untuk pergi ke salon dan merawat diri sesuai dengan apa yang ia inginkan. Selain itu, pria juga bebas mau menangis di hadapan publik ketika sedang disakiti. Dengan adanya kesetaraan seperti ini, tentu saja perempuan bisa memilih hidup yang jelas lebih baik.

Girl Power concept. Unrecognizable person holds sign with text about feminism. Woman protests in demonstration

Mitos, feminis dianggap tidak mau memiliki anak. Padahal kenyataanya, feminis menganggap punya anak itu adalah kewajiban yang bisa dipilih sesuai keinginan pelakunya

Feminisme memiliki prinsip untuk mengatasi berbagai masalah yang sering terjadi di kehidupan sehari-harinya. Contohnya seperti KDRT, kekerasan seksual, pemerkosaan hingga anggapan yang tersebar di masyarakat jika semua perempuan itu harus mempunyai dan melahirkan anak dalam keluarga.

Masyarakat menganggap semua perempuan harus melahirkan anak dengan proses tertentu. Seorang perempuan dianggap tidak sempurna jika tidak bisa melahirkan anak. Padahal kenyataannya, mempunyai anak itu bukanlah kewajiban tapi sebuah pilihan. Setiap perempuan yang menganut sistem ini bebas mau menentukan pilihannya sesuai apa yang ia inginkan.

Karena ia memiliki tubuh sendiri dan bisa mengambil keputusan sendiri. Orang lain tidak berhak menentukan apa yang perempuan inginkan selagi perempuan masih bisa mandiri. Fakta feminisme inilah yang cukup sulit dilonggarkan dalam masyarakat. Pasalnya anggapan masyarakat yang sudah mengakar jika perempuan itu harus punya anak.

Mitos : Feminis tidak percaya dengan pernikahan. Faktanya, feminis tetap membangun keluarga dengan pernikahan yang bahagia didalamnya

Bagi yang menyebutkan jika semua feminis itu tidak punya keluarga dan suami, maka anggapan itu salah total. Pasalnya di masyarakat sudah banyak feminis yang hidup bahagia bersama keluarganya. Namun dengan catatan selama pernikahan yang dilakukan bisa memberi kesetaraan dan cinta yang ia inginkan. rasanya tidak ada alasan untuk tidak menikah.

Apa yang ditentang oleh paham feminisme di sini adalah ketika pernikahan menjadi tempat yang lebih bagus untuk wanita. Atau ketika masyarakat memberikan sanksi sosial jika ada perempuan yang tidak menikah atau perempuan yang sudah bercerai. Dan buruknya, pernikahan dijadikan alat kontrol perempuan agar tunduk pada suatu sistem. Inilah yang ditolak oleh kaum feminis.

Mitos : Paham ini masih belum berubah sejak dulu sehingga dianggap kolot dan kuno. Padahal, paham ini selalu berkembang dengan konteks modern yang selalu disesuaikan dengan baik

Paham yang dianut para feminis ini muncul pada tahun 1900 an yang kala itu menuntut kesetaraan politik dan juga hak sipil. Hingga saat ini, paham ini sudah mencapai gelombang yang keempat. Paham juga terus berkembang menjadi paham yang melawan berbagai penindasan yang ada kaitannya dengan jenis kelamin, seksualitas dan juga ras.

Gerakan feminisme saat ini cenderung membuat masyarakat sadar dan mengerti jika orang yang dianggap minoritas untuk tampil di muka umum. Baik minoritas dalam hal preferensi seksual, ras, gender, ekonomi dan juga sosial. Gerakan ini cukup berat jika hanya dilakukan oleh satu paham saja.

Paham sudah dianggap tidak diperlukan lagi karena saat ini perempuan sudah memiliki hak kesetaraan dengan pria. Kenyataanya, ada banyak berita-berita di media sosial yang membahas hal sebaliknya

a-woman-standing-agains-a-painted-wall-wearing-a-g-TX5B5NZ
a-woman-standing-agains-a-painted-wall-wearing

Ini adalah salah satu hal yang paling parah dari kesalahpahaman yang kita bahas kali in. Di tahun 1970-an, gerakan dari paham ini menuntut untuk kesetaraan gaji, pekerjaan, pendidikan dan juga penghapusan kekerasan seksual yang sering terjadi di masyarakat yang mana korbannya adalah perempuan. Bisa dilihat sendiri di lapangan bagaimana fakta dari tuntuan ini.

Laporan dari Organisasi Buruh Sedunia PBB, ILO menyebutkan jika perempuan di dunia hanya menerima gaji 77% dari besar gaji yang didapat laki-laki. Fakta feminisme ini bahkan sudah berjalan 20 tahun dan masih belum ada perubahan sama sekali. Masalahnya cukup beragam, misalnya lapangan pekerjaan yang tidak cocok untuk perempuan dan masih banyak lainnya.

Male, female toilet, restroom sign. Man and woman equality concept. Copy space.
Male, female toilet, restroom sign. Man and woman equality concept. Copy space.

Setelah memandang kesalahpahaman dan fakta dari feminisme, apakah Anda masih memandang jika paham ini buruk atau tidak berguna begitu saja? Sama dengan ideologi yang lainnya, paham ini juga punya berbagai kekurangan. Namun bukan berarti kelebihan yang sudah disebutkan di atas bisa dianggap hangus karena kekurangan ini. Tentu ini tidak adil.

Leave a response

telah membeli
45 menit lalu