Diskon besar di banyak kategori produk.
0 items in your shopping cart

No products in the cart.

Autisme

Dearmom – Dilansir dari wikipedia;

“Autisme adalah gangguan perkembangan yang ditandai dengan kesulitan dengan interaksi sosial dan komunikasi, dan oleh perilaku yang terbatas dan berulang. Orang tua sering kali memperhatikan tanda-tanda selama tiga tahun pertama kehidupan anak mereka. Tanda-tanda ini sering berkembang secara bertahap, meskipun beberapa anak dengan autisme mengalami perburukan dalam komunikasi dan keterampilan sosial setelah mencapai batas bawah perkembangan pada kecepatan normal.”

https://id.wikipedia.org/wiki/Autisme
Autisme
Terapi bermain bagi penderita autisme

Sudah banyak penelitian yang dilakukan untuk mencari tau atau menemukan apa yang menjadi penyebab dasar autisme, namun hingga saat ini para peneliti belum dapat menemukan hal yang pasti. Dari hasil penelitian yang sama, hal yang dapat ditemukan adalah tidak ada atau tidak berkembangnya kromosom x pada anak laki-laki yang menderita autisme. Hal inilah yang menyimpulkan bahwa anak laki-laki memiliki kecenderungan untuk menderita autisme dibanding perempuan. Karena sejak dalam perut, anak laki-laki secara normal akan memiliki dan mengembangkan 1 kromosom x dan 1 kromosom y. Ketika kromosom x tidak berhasil mengembangkan gen PTCHD1 atau rangkaian DNA terdekat lainnya, maka sang anak hanya akan memiliki 1 kromosom y yang sempurna dan inilah yang menyebabkan ketidaknormalan dalam otak sang anak sehingga mengakibatkan autisme. Sedangkan perempuan, sejak dalam kandungan, mereka akan mengembangkan 2 kromosom x sehingga jika 1 kromosom x tidak berhasil mengembangkan gen PTCHD1 atau rangkaian DNA terdekat lainnya, kromosom x kedua akan menutupi 1 kromosom x yang hilang.

Cara Mengenali Autisme

Close-up of a tired kid sleeping with his head rested on a table with a book.

Ada beberapa cara untuk mengenali autisme. Jika anak moms mengalami hal-hal ini, moms diharapkan untuk segera membawa sang buah hati ke dokter anak untuk diperiksa lebih lanjut ya. Inilah beberapa di antaranya:

  1. Jika anak moms berusia 6 bulan dan tidak menunjukkan ekspresi wajah seperti tersenyum atau ekspresi hangat dan bahagia lainnya.
  2. Jika anak moms sudah berusia 9 bulan dan menunjukkan ekspresi wajah yang berbeda dari anak pada umumnya, tidak mengeluarkan suara dalam mengungkapkan perasaan sedih maupun senang.
  3. Jika anak moms sudah berusia 12 bulan dan tidak merespon namanya ketika dipanggil, atau tidak mengeluarkan suara seperti anak seusia 1 tahun pada umumnya, atau tidak menggunakan gestur tubuh seperti menunjuk, mengambil atau melambaikan tangannya.
  4. Jika anak moms sudah berusia 16 bulan dan tidak berbicara 1 kata pun.
  5. Jika anak moms sudah berusia 24 bulan dan tidak mampu menirukan 2 kata atau lebih yang sering moms and dads ucapkan. Contoh : Terima kasih, aku sayang kamu, selamat jalan, selamat datang, selamat pagi, selamat siang, selamat sore, selamat malam dsb.

Kelima hal di atas merupakan tanda yang paling berbahaya untuk moms dan diharapkan moms segera membawa anak moms ke dokter anak untuk berkonsultasi lebih lanjut.

Autisme Bukan Penyakit

Autisme pada dasarnya bukan merupakan penyakit. Karena itu autisme tidak dapat disembuhkan, namun jika dilakukan perawatan, perilaku autis dapat diminimalisir sehingga tidak terlalu berdampak pada kehidupan sosial sang anak.

Banyak cara yang dapat ditempuh oleh orang tua untuk mengatasi perilaku autis ini. Tergantung kondisi anak. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah terapi. Terapi ini diharapkan mampu membantu anak moms untuk dapat beraktifitas secara mandiri selayaknya orang normal. Beberapa aktifitas terapi autisme yang dapat moms tempuh bersama anak, diantaranya adalah :

  • Applied Behavior Analysis (ABA)
  • Developmental, Individual differences, Relationship-based approach (DIR)
  • Occupational therapy
  • Speech therapy
  • Treatment and Education of Autistic and related Communication-Handicapped Children (TEACCH)
  • The picture exchange communication system (PECS)

Masing-masing list ini memberikan dampak tergantung kondisi autis yang dialami sang anak. Banyak cara untuk mengidentifikasi kondisi autis agar sang anak mendapatkan perawatan terapi yang tepat sasaran. Contohnya, jika anak mengalami kondisi autis yang membuat dia susah berkomunikasi, moms dapat memberikannya speech therapy. Jika sang anak kesulitan untuk memahami perasaan orang lain dan tidak pernah berfikir dalam berbicara sehingga menimbulkan kesan negatif, moms dapat memberikannya ABA. Karena, terapi ABA jika dilakukan secara baik akan membuat anak moms lebih banyak melakukan hal-hal yang cenderung positif ketimbang hal-hal yang cenderung negatif. Untuk dapat mengetahui terapi apa yang harus dilakukan tentu saja, moms disarankan untuk langsung berkonsultasi dengan dokter spesialis anak.

Pilihan yang Tepat bagi Anak yang menderita Autisme

Autisme (2)
Terapi bermain bagi penderita autisme

Setelah mengetahui tanda-tanda atau cara mengenali kondisi anak moms dan memberikan terapi yang tepat baginya, moms diharapkan dapat memilih semua kegiatan yang akan menjadi kegiatan sehari-harinya. Mulai dari bangun hingga anak moms tidur lagi. Anak moms tentu saja membutuhkan perhatian ekstra agar dapat menonjolkan sisi yang paling dominan diantara otaknya. Karena, banyak penelitian membuktikan bahwa anak autis cenderung lebih cerdas pada salah satu mata pelajaran dibanding anak-anak lain. Jika kecerdasan ini dimanfaatkan, anak moms akan lebih menonjol atau bahkan berprestasi sehingga menghasilkan penelitian-penelitian yang epik dibandingkan anak-anak lain.

Setelah itu, tentu saja moms yang akan membuat keputusan untuk melakukan pemilihan sekolah. Pada poin yang satu ini, moms haruslah berpikir secara matang untuk mengambil keputusan. Anak autis tentu saja membutuhkan sekolah khusus agar sang anak merasa nyaman dan terlindungi. Namun, jika moms mengambil keputusan untuk menyekolahkan anak moms pada sekolah umum, moms harus memperhatikan perilaku anak tersebut.

Apakah terapi yang moms lakukan sudah secara benar dijalani? Apakah anak moms dapat berinteraksi dengan baik? Apakah anak moms tidak akan mengalami perubahan emosional secara mendadak ketika keinginannya tidak dipenuhi? Hal-hal inilah yang harus moms pikirkan secara matang sebelum mengambil keputusan untuk menyekolahkan si buah hati.

Jika jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas adalah tidak, moms disarankan untuk mengambil sekolah khusus atau juga homeschooling agar anak moms bisa lebih nyaman belajar. Karena, si anak tidak akan mengalami kekerasan secara fisik dan psikis yang akan dialami jika *moms “*memaksa” kondisi anak moms.

Love, Love and More Love

Tidak berbeda dengan anak yang normal, anak autispun membutuhkan afeksi dari moms. Namun, afeksi yang moms berikan haruslah berbeda sesuai dengan kebutuhan anak moms. Hal yang pertama adalah, moms harus mengenali pemicu sang anak dalam setiap emosinya. Apa yang membuat dia bersemangat, apa yang membuat dia menjadi sedih, apa yang membuat dia menjadi senang, dst. Jika moms berhasil mengenali setiap pemicunya, moms akan mengatasi dan menciptakan situasi yang lebih nyaman untuk semua orang termasuk anak moms.

Selain mengenali pemicu, moms juga diharapkan untuk mampu menerima semua kekurangan yang ada dalam diri anak moms. Penerimaan merupakan kebutuhan mendasar secara sosial yang harus terpenuhi dengan baik bagi setiap orang. Karena lewat penerimaan, si anak akan merasakan betapa besarnya cinta moms pada dirinya sehingga membuat dia dapat lebih meningkatkan percaya diri sehingga dia dapat menjadi anak yang berhasil ke depannya.

Selain kedua hal tersebut di atas, anak moms juga diharapkan mendapatkan perilaku cinta yang selalu moms berikan kepada anak-anak lain. Kegiatan seperti mencium kening atau memeluk dapat meningkatkan perasaan nyaman dan aman bagi anak moms dalam semua kondisi yang dialaminya. Jangan ragu untuk memberikannya ya moms.

Leave a response

telah membeli
45 menit lalu